Tag Archives: Kata-kata motivasi

Ikan kecil dan air

Standard

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimanakah air?” Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Saudaraku…

Manusia kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Selamat menikmati kebahagiaan hidup, saudara-riku tercinta…

😃❤💕

HATI-HATI DENGAN FITNAH

Standard

Seseorang menceritakan sbh berita negatif mengenai temannya. Dalam beberapa hari saja, seluruh lingkungan mendengar berita tsb. Temannya itu tentu saja sakit hati.

Beberapa hari kemudian, orang yg menyebarluaskan berita tsb menyadari bahwa ternyata berita itu tak benar bahkan Fitnah.

Dia menyesal, lalu datang kpd seorang guru yg bijak utk meminta nasihat apa yg harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.

“Pergilah ke pasar” kata guru bijak itu, “belilah kemoceng, kemudian dlm perjalanan pulang, cabuti bulu ayam di kemoceng & buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang.”,

Meski kaget mendengar saran itu, si penyebar fitnah tetap melakukan apa yg diperintahkan kepadanya.

Keesokan harinya orang tsb melaporkan apa yg sudah dilakukannya. Guru bijak itu berkata lagi, “Sekarang pergilah & kumpulkan kembali semua bulu ayam yg kau buang kemarin & bawa kepadaku.”

Orang itu pun menyusuri jalan yg sama, tapi angin telah menebarkan dan menerbangkan bulu-bulu itu ke segala arah.

Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dgn tiga potong bulu…

“Lihat kan?” kata guru bijak itu, “sangat mudah melemparkannya,  namun tak mungkin mengumpulkannya  kembali.

Begitu pula dgn fitnah.

Mudah sekali menyebarluaskan fitnah, namun sekali fitnah terlempar, 7 ekor kudapun tak dapat menariknya kembali…”

Allah swt berfirman;

“(Dosa) memfitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.”

*****

Saudara-riku tercinta… Marilah memohon kpd Allah swt agar kita dihindarkan dan dilindungi Allah dari memfitnah dan difitnah…

😌❤💕

Saudaraku…

Kadang Allah menyembunyikan matahari..

Dia datangkan petir, awan hitam, dan hujan…

Kita pun menangis mencari matahari dan kehangatan sinarnya.

Rupanya Allah mendatangkan pelangi yang indah setelahnya….

😃❤💕

MENULIS DI ATAS PASIR

Standard

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras.

Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi dia tidak berucap sepatah katapun, dia hanya menulis di atas pasir :

HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.

Mereka terus berjalan, hingga menemukan sebuah oase. Mereka pun memutuskan untuk mandi.

Si Istri, mencoba berenang, tiba-tiba kakinya kram dan nyaris tenggelam, namun berhasil diselamatkan suaminya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa terkejutnya hilang, dia mengambil pisau kemudian memahat tulisan di sebuah batu cukup besar :

HARI INI SUAMIKU YANG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Suami yang terheran-heran bertanya : “Kenapa setelah aku menghardikmu, kamu menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”

Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu, sehingga aku bisa melupakannya…

Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu, sehingga akan kuingat selamanya…”

 

Saudaraku…

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan seseorang karena sudut pandang yang berbeda.

Terkadang malah sangat menyakitkan.

Oleh karenanya, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu.

Yang terpenting adalah :

“Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN,

dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN yang kita peroleh….”

 

*****

Selamat meraih kebahagiaan, saudara-riku tercinta…

😊❤💕

 

UMAR KECIL YANG SHALIH

Standard

(Kisah nyata)

Sebulan yg lalu saya Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali tidak sholat Jum’at di situ. Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih. Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan, tutur katanya lembut namun tegas. Dari penampilannya yg menarik tsb, saya jadi penasaran, apa kira2 isi khotbahnya.

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”.

Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, hal ini bukan masalah, uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir, anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya memberi tahu bahwa Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk ma, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kpd isterinya.

Bagi dia acara begini sangat tidak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah tdk pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.

Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yg memamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg sangat merdu dan syahdu, termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umarpun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, “Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai.”

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu seru pak Arief sambil meneteskan air matanya.

Para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

“Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?”

Dijawab, “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan ini” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya…”

Semua orang terkesiap, lidahnya kelu dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan parau “Allahu Akbar!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu mengaji.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan kemuliaan ayah di akherat kelak. Ayah malu nak” ujar sang ayah terbata2 sambil menangis tersedu.

Subhanallah… Sampai di sini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh. Semua jama’ahpun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ah pun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, haru. Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu. Mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya dipajang di rak bukunya.

Dan semua, dengan alasan yg sama : sibuk urusan dunia. Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat, dan lebih sibuk dengan urusan dunia, padahal saya tahu kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini, seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An’Amayat 32:

”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya..??”

Astagfirullahal-azhiim…, hamba mohon ampunan kepadamu yaa Allah. Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…. 😔😭😭

 

Paradoks di Akhir Zaman

Standard

(Dari kiriman : ukhti Yanti Achmad)

 

Banyak rumah besar — Keluarganya makin kecil

Manusia makin banyak — Rasa perikemanusiaan semakin menipis

Travelling keliling dunia — Tak kenal dengan tetangga

Penghasilan bertambah — Ketentraman jiwa makin susah dicari

Pengobatan makin canggih — Tingkat kesehatan makin buruk

Minuman keras makin banyak — Air bersih kian berkurang

Teknologi informasi kian canggih — Fitnah dan aib makin banyak tersebar

Perselingkuhan makin marak — Kesetiaan hampir punah

Pakai jam tangan super mahal — Selalu kekurangan waktu

Banyak teman di facebook — Tak punya sahabat sejati

Gelar makin tinggi — Akal sehat makin rendah

Kualitas ilmu tinggi — Kualitas emosi dangkal

Pengetahuan makin bagus — Kearifan makin berkurang

Ilmu semakin tersebar — Adab dan ahlak hampir lenyap

Belajar semakin mudah — Guru makin tak dihargai

Al Qur’an banyak dihapal — Sedikit sekali yang mengamalkan

Orang yang sedikit ilmu banyak bicara — Orang yang banyak ilmu berdiam diri

———-

Fenomena paradoks di akhir zaman …

Banyak hal tak nyambung, hingga banyak nian fakta yang bertentangan.

Semua itu nampak jelas di hadapan kita.

Suatu pertanda agar kita bertaubatan secara nasuha.

Dan selanjutnya terus-menerus meluruskan keTauhidan dengan istiqamah bertaqwa, memperbaiki perilaku diri.

 

Astagfirullahal’adziim, aladzi laailahaila anta,

Subhanaka, inni kuntum-minadzalimiin …

Ternyata, Orang Sakit Didatangi Empat Malaikat

Standard

Sakit merupakan kondisi yang tidak dinginkan semua orang. Terlebih jika sakit yang dialami parah dan susah mendapatkan obatnya. Selain membutuhkan biaya yang mahal, penyakit yang dialami seseorang bisa menyebabkan seluruh keluarga dan kerabat menjadi cemas.

Memang, rasa sakit yang menyerang tubuh sehingga membuat kita terkulai lemas adalah sesuatu yang menakutkan. Namun dalam Islam, ada banyak hal yang tersembunyi di balik rasa sakit itu. Sehingga tidak ada alasan untuk mengeluh atas kondisi tersebut.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW mengatakan bahwa sakit merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Karena ketika sakit itulah Allah SWT mengutus empat malaikat secara khusus untuk menjenguk manusia. Tidak hanya sekedar melihat, malaikat ini melakukan hal yang justru akan membuat manusia bersyukur diberi musibah sakit tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.” (Abu Imamah al Bahili)

Dalam hadist yang lain Rasulullah juga bersabda yang artinya “Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”

Pada keempat malaikat ini Allah memberikan perintah diantaranya:

Malaikat pertama bertugas mengambil kekuatan orang yang sakit sehingga Ia menjadi lemah.

Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.

Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.

Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa. Namun ketika Allah SWT  akan menyembuhkan orang yang sakit tersebut, malaikat 1,2 dan 3 diperintahkan untuk mengembalikan apa yang sudah mereka ambil. Seperti kekuatannya, rasa lezat dilidah, serta cahaya orang yang sakit sehingga kembali terlihat kembali bersemangat.

Namun Allah tidak meminta malaikat keempat yang sudah mengambil dosa-dosanya  untuk mengembalikan dosa orang yang sakit tersebut. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”

Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe¬nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di¬jadikan penebus dosanya oleh Allah,” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

Jika saat ini anda atau keluarga sedang sakit, lebih baik berhentilah untuk mengeluh. Mungkin musibah sakit ini menjadi alarm bagi kita agar tidak bekerja terlalu keras. Saat sakit kita diberi waktu untuk mengingat kembali, bahwa dunia hanyalah sementara.

Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat…..

PITUTUR

Standard

Dalam bahasa Indonesia urutan bilangan diucapkan :

Dua Puluh Satu,

Dua Puluh Dua,…s/d

Dua Puluh Sembilan.

Dalam bhs Jawa tidak diberi nama

Rongpuluh Siji,

Rongpuluh Loro, dst;

Melainkan

Selikur,

Rolikur,…

Songo Likur.

Di sini terdapat satuan LIKUR

Yang merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi.

Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “ TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis dan lain sebagainya.

Namun ada penyimpangan di atas penyimpangan tadi.

Bilangan 25 tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.

SELAWE (SEneng-senenge LAnang lan WEdok).

Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).

Bilangan selanjutnya sesuai dengan pola :

Telung Puluh,

Telung Puluh Siji,

Telung Puluh Loro, dst.

Tapi ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.

Setelah Sepuluh,

Rongpuluh,

Telung Puluh,

Patang puluh,

mestinya Limang Puluh.

Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET. Pasti ada sesuatu di sini…

SEKET (SEneng KEThonan: suka memakai kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk menutup botak atau rambut yg memutih karena semirnya habis…

Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya lebih taat beribadah…

Pada usia 50 mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih ber-ISTIQOMAH

Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, sekitar 25 tahun kemudian, yaitu pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akherat yg kekal dan abadi…

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola,

Bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.

SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK).

Artinya: sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang…

Hrs sdh siap dipanggil menghadap Allah ta’ala…(siapkah kita kalau hari ini tiba2 kita dipanggil untuk menghadap-NYA)….

 

Semoga bermanfaat

💫 Every Woman is Wonderful‍‌‌‌‌‍‍‍‍‌‌✌‌‌

Standard

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Kerana isteri, rezekimu bertambah.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Kerana isteri, maka lahirlah zuriatmu.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Kerana isteri, makan, pakaian mu dijaga.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Kerana isteri, tenang hati mu.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Kerana isteri, lembut pandangan mata mu.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Kerana isteri adalah satunya manusia yang boleh melihat cacat cela mu yang tersembunyi dari pandangan mata mu dan masih menerima mu seadanya.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Janganlah sakiti hati mereka, ingatlah setiap pengorbanan mereka,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌walaupun kecil di mata mu, baginya besar bagi dirinya.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Setiap peluh yang menitik, yang bekerja untuk keluarganya,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌setiap airmata yang menitis untuk anak-anak dan suaminya adalah salah satu tanda,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌dia isteri yang terbaik buat anda wahai yang bergelar suami.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌renungan sepintas lalu. Mengapa WANITA sering menangis?

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Jawab Allah :

Kerana WANITA itu unik.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Aku ciptakan ia sebagai makhluk istimewa.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU kuatkan bahunya utk menjaga anak2nya,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU lembutkan hatinya utk memberi rasa aman,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU kuatkan rahimnya utk menyimpan benih manusia,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU teguhkan peribadinya utk terus berjuang saat yg lain

menyerah,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌KU beri dia naluri utk tetap menyayangi, walau dikhianati oleh teman,

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌walau disakiti oleh orang yg disayangi.

WANITA makhluk kuat.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌🐠‌‌Tapi jika suatu saat dia menangis itu kerana KU beri air mata utk membasuh luka batin & memberi kekuatan baru.

‍‌‌‌‌‍‍‍‍‌‍‌🍁‌‌WANITA sangatlah istimewa……

..Kirimkan kpd WANITA yg kamu sayangi……

‍‌‌‌‌‍‌‍‌‍‌‌🌴‌‌Kirimkan juga kpd lelaki agar mereka menghargai WANITA dan agar tau bahawa WANITA…..ciptaan y yg istimewa……..

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Wajah IBU paling→ cantik

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Masakan IBU paling→ sedap

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Kata IBU paling→ beharga.

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌Doa IBU paling→makbul

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‍‌➡‌‌ Restu IBU paling di berkati:

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‍‌🌺‌‌IBU SANGAT SEMPURNA DI MATA KITA ‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌☺‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‍‌😔‌‌‍‌‌‌‌‌‍‌‌😭‌‌

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌‌✅‌‌Sebarkan‍‌‌‌‌‍‍‌‌‌‌👆‌‌ilmu yng kamu baca ini..

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌

Ya Tuhanku…

Jadikanlah….

‍‌‌‌‌‌‍‌‍‌💋‌‌Wanita yg membaca ini

‍‌‌‌‌‌‍‌‍‌💋‌‌wanita pilihanMu

‍‌‌‌‌‌‍‌‍‌💋‌‌wanita yg cantik, pintar cari duit, kuat & sabar…

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌

‍‌‌‌‌‌‍‌‍‌💋‌‌Sayangilah dia serta kasihanilah dia.

‍‌‌‌‌‌‍‌‍‌💋‌‌Tolong bantu tingkat kan kehidupannya, mudahkan rezekinya, sihatkan badannya.

‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌

‍‌‌‌‌‌‍‌‍‌💋‌‌Jika dia melangkah mudahkan langkahnya & selamat kan dia.

‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌‍‌‌‌‌‍‍‍‌‌‍‌🍃‌‌‍‌‌‌‌‍‍‌‍‌‌🍂‌‌

APEL TERBAIK UNTUK IBU🍎🍎

Standard

Seorang anak kecil memegang dua buah apel 🍎🍎 di kedua tangannya.

Ibunya datang mendekat, sambil tersenyum kemudian bertanya “Sayang.., boleh Mama minta 🍎 satu?”

Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengαή cepat menggigit kedua apelnya 🍎🍎, bergantian …

Si ibu berusaha menyembunyikan kekecewaannya, senyumnya telanjur luntur dari wajah nya… 😕

Sampai kemudian si anak menyodorkan salah satu apel 🍎 yang telah digigitnya tadi kepada ibunya.

Dengan sukacita dαn senyum ceria 😊 dia berkata : “Ini untuk Ibu, yang ini LEBIH MANIS”

Hening.. 😔 ternyata anak ingin memberikan yg terbaik buat ibunya….makanya si anak memastikannya 👍😆

Tidak ada kata2 yg terucap dari bibir ibunya, kecuali senyum dan bola matanya yang berkaca-kaca….tak terasa mengalir air matanya 😂

Siapapun Anda, seberapapun pengalaman & pengetahuan Anda, jangan tergesa-gesa menilai seseorang, siapapun dia. Bersabarlah

Janganlah kamu menghakimi, supaya kamupun tidak akan dihakimi.

Berilah kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan penjelasan … dengαή caranya sendiri .. Tetaplah menjadi orang yg sabar n bijaksana 👍

Keluarga Sakiinah…Smg ada pelajaran di dalamnya…

Barokallahu Fiik

KAMU SUDAH KAYA? ATAU MASIH MISKIN?

Standard

Kenalan saya seorang perencana keuangan di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis, dia cerita waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di tv, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.

Saya pernah kenal seorang presenter TV nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS..

“Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan..”

Walaaah..

Tahun 2009 malah ada vokalis band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu.. Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu..

Kisah Ustad Luqmanul Hakim gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya. Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor  bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya. Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar..

Betul kan, rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup..

Kisah nyata sebaliknya dari Ustad Luqman,

Seorang ibu tua dengan kain jarik datang ke sebuah masjid usai jumatan, panitia dan takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil infak jamaah hari itu. Ketika ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, salah seorang dari mereka berdiri, mendekati ibu itu sambil berkata, “maaf bu, disini tidak menerima sumbangan..”

Ibu itu membuka lipatan kain jariknya,  mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru.. berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata

“Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini.. Ini uangnya mohon diterima..”

Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah ibu itu.. Salah tingkah dan menahan malu…

———-

Tulisan dari Ustad Salim A. Fillah ini juga menarik, menahan nafas membacanya..

Tertulis dalam bukunya “Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta”

“Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur”

Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:

(1) jangan pernah menyakiti

(2) hati-hati memberi makan istri.”

“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.

“Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?”.

Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.

Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.

Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.

Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak.”

Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.

“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya.”

Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.

Gusti Allah, manusia macam apa ini!

Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua.

Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente

Ini adab, tata krama.

Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.

Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.

Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis.

Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal.”

Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan “manusia langit” yang tidak kita kenal.

Oleh:

Ustadz Salim A.Fillah

————-

Kawanku.. Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti..Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan hanya untuk mengejar dunia yang sementara..

Padahal esok pada waktunya, kita semua saat pulang ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku.. Tak ada bekal uang yang berlaku..

Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka.. Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan akan berakhir ditimpun tanah kuburan..

Banyak orang yang mengejar label kaya dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana..

Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya..

Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman..

ORANG KAYA adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi..

ORANG MISKIN adalah orang yang selalu merasa kurang, hingga dia terus meminta-minta…