Category Archives: KATA-KATA PENUH HIKMAH TAUSIAH FORUM SILATURAHMI IQL

Ikan kecil dan air

Standard

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”

Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ikan kecil itu mendadak gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai tahukah kamu dimana tempat air berada? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan yang telah ditanya tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil itu semakin kebingungan, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal yang sama, “Dimanakah air?” Ikan sepuh itu menjawab dengan bijak, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita semua akan mati.”

Saudaraku…

Manusia kadang mengalami situasi yang sama seperti ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai ia sendiri tidak menyadarinya.

Selamat menikmati kebahagiaan hidup, saudara-riku tercinta…

😃❤💕

Advertisements

HATI-HATI DENGAN FITNAH

Standard

Seseorang menceritakan sbh berita negatif mengenai temannya. Dalam beberapa hari saja, seluruh lingkungan mendengar berita tsb. Temannya itu tentu saja sakit hati.

Beberapa hari kemudian, orang yg menyebarluaskan berita tsb menyadari bahwa ternyata berita itu tak benar bahkan Fitnah.

Dia menyesal, lalu datang kpd seorang guru yg bijak utk meminta nasihat apa yg harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.

“Pergilah ke pasar” kata guru bijak itu, “belilah kemoceng, kemudian dlm perjalanan pulang, cabuti bulu ayam di kemoceng & buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang.”,

Meski kaget mendengar saran itu, si penyebar fitnah tetap melakukan apa yg diperintahkan kepadanya.

Keesokan harinya orang tsb melaporkan apa yg sudah dilakukannya. Guru bijak itu berkata lagi, “Sekarang pergilah & kumpulkan kembali semua bulu ayam yg kau buang kemarin & bawa kepadaku.”

Orang itu pun menyusuri jalan yg sama, tapi angin telah menebarkan dan menerbangkan bulu-bulu itu ke segala arah.

Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dgn tiga potong bulu…

“Lihat kan?” kata guru bijak itu, “sangat mudah melemparkannya,  namun tak mungkin mengumpulkannya  kembali.

Begitu pula dgn fitnah.

Mudah sekali menyebarluaskan fitnah, namun sekali fitnah terlempar, 7 ekor kudapun tak dapat menariknya kembali…”

Allah swt berfirman;

“(Dosa) memfitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.”

*****

Saudara-riku tercinta… Marilah memohon kpd Allah swt agar kita dihindarkan dan dilindungi Allah dari memfitnah dan difitnah…

😌❤💕

Saudaraku…

Kadang Allah menyembunyikan matahari..

Dia datangkan petir, awan hitam, dan hujan…

Kita pun menangis mencari matahari dan kehangatan sinarnya.

Rupanya Allah mendatangkan pelangi yang indah setelahnya….

😃❤💕

MENULIS DI ATAS PASIR

Standard

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras.

Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi dia tidak berucap sepatah katapun, dia hanya menulis di atas pasir :

HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.

Mereka terus berjalan, hingga menemukan sebuah oase. Mereka pun memutuskan untuk mandi.

Si Istri, mencoba berenang, tiba-tiba kakinya kram dan nyaris tenggelam, namun berhasil diselamatkan suaminya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa terkejutnya hilang, dia mengambil pisau kemudian memahat tulisan di sebuah batu cukup besar :

HARI INI SUAMIKU YANG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Suami yang terheran-heran bertanya : “Kenapa setelah aku menghardikmu, kamu menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”

Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu, sehingga aku bisa melupakannya…

Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu, sehingga akan kuingat selamanya…”

 

Saudaraku…

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan seseorang karena sudut pandang yang berbeda.

Terkadang malah sangat menyakitkan.

Oleh karenanya, cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu.

Yang terpenting adalah :

“Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN,

dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN yang kita peroleh….”

 

*****

Selamat meraih kebahagiaan, saudara-riku tercinta…

😊❤💕

 

UMAR KECIL YANG SHALIH

Standard

(Kisah nyata)

Sebulan yg lalu saya Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali tidak sholat Jum’at di situ. Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat.

Sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.

Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih. Dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan, tutur katanya lembut namun tegas. Dari penampilannya yg menarik tsb, saya jadi penasaran, apa kira2 isi khotbahnya.

Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”.

Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, hal ini bukan masalah, uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir, anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya memberi tahu bahwa Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk ma, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kpd isterinya.

Bagi dia acara begini sangat tidak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah tdk pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an.

Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yg memamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg sangat merdu dan syahdu, termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umarpun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, “Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai.”

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu seru pak Arief sambil meneteskan air matanya.

Para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

“Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?”

Dijawab, “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan ini” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orangnya…”

Semua orang terkesiap, lidahnya kelu dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan parau “Allahu Akbar!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu mengaji.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan kemuliaan ayah di akherat kelak. Ayah malu nak” ujar sang ayah terbata2 sambil menangis tersedu.

Subhanallah… Sampai di sini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh. Semua jama’ahpun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ah pun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, haru. Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu. Mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya dipajang di rak bukunya.

Dan semua, dengan alasan yg sama : sibuk urusan dunia. Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat, dan lebih sibuk dengan urusan dunia, padahal saya tahu kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini, seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An’Amayat 32:

”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya..??”

Astagfirullahal-azhiim…, hamba mohon ampunan kepadamu yaa Allah. Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…. 😔😭😭

 

PERKATAAN YANG BAIK  

Standard

Pada suatu hari seorang anak laki laki pulang ke rumah dan memberikan sepucuk surat tertutup dari Kepala Sekolah kepada  Mamanya.

Anak itu berkata : “Kepala Sekolah memberikan surat ini pada saya dan berpesan agar surat ini hanya diberikan pada Mama”

Membaca surat itu, dgn airmata berlinang sang Mama membacakan Surat tsb sehingga anak itu mendengarnya :

“Anak anda terlalu Jenius, Sekolah ini terlalu sederhana dan tdk cukup guru yg baik utk melatih dia, ajari dia secara langsung”

Tahun demi tahun berlalu, Mama itupun meninggal dunia.  Anak laki laki itu pun tumbuh dan didikk dari hari ke hari menjadi orang Hebat.

Suatu ketika orang yg sdh menjadi  tokoh hebat ini menemukan Surat yg dulu dikirim oleh Gurunya di laci meja Mamanya.

Dia membuka dan membaca isi surat yg sebenarnya tertulis : “Anak anda punya masalah kejiwaan, Kami tidak mengizinkan lagi dia datang ke Sekolah ini selamanya…”

Tokoh hebat ini menangis berjam-Jam, kemudian menulis di buku Hariannya :

“Thomas Alfa Edison adalah Anak Gila yg oleh seorang Pahlawan, yaitu Mama saya, diubahnya menjadi manusia Jenius Sepanjang Abad.”

Ya, orang hebat ini adalah THOMAS ALFA EDISON…

Tokoh jenius penemu listrik pertama di dunia.

*****

Saudaraku…

Perkataan yg buruk itu merusak Moral & Mental seseorang,

Perkataan yg baik dapat Memotivasi orang untuk menjadi yg Terbaik.

Dan perkataan IBU adalah DOA yg maqbul.

Selamat menggapai sukses, saudara-riku tercinta…!

😊❤👍

 

Kisah mutiara yg bernoda..

Standard

Ada seseorang yg sangat beruntung.

Dia menemukan sebutir mutiara yg besar & sangat indah.

Namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tsb.

Hatinya terus bergumam, kalo lah tidak ada titik noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yg tercantik & paling sempurna di dunia!!

Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya.

Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dgn menguliti lapisan permukaan mutiara.

Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tsb masih tetap ada.

Dia pun segera menguliti lapisan kedua dgn keyakinan titik noda itu akan hilang.

Tapi ternyata noda tsb masih tetap ada.

Lalu dgn tidak sabar, dia menguliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir.

Benar juga noda telah hilang, tapi mutiara tsb ikut hilang..!!

Begitu pula dalam kehidupan nyata.

Kita kerap mempermasalahkan & membesar2kan hal yang kecil, yang tidak penting, sehingga akhirnya merusak nilai yg besar…

Persahabatan yg terjalin indah bertahun2 berubah menjadi permusuhan, hanya karena sepatah kata pedas yg mestinya tidak perlu …..

Keluarga yg rukun dan harmonispun jadi hancur hanya karena perdebatan2 kecil yang tak penting …

Yang remeh kerap dipermasalahkan…

Yang penting dan berharga lupa dan terabaikan…

Setitik kekurangan diingat seumur hidup dan disebar kesana sini…

Seribu kebaikan pun dilupakan dan menjadi tak berarti…

 

Rasulullah saw bersabda:

“Mu’min yg dicintai Allah adalah yg sibuk mencari aib/kekurangan diri sendiri ketimbang sibuk mencari aib/kekurangan orang lain.” (HR. Muslim)

Saudaraku…

Mari belajar menerima kekurangan apapun yg ada dlm kehidupan kita dan kehidupan orang lain…Bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini ..???

Karena…

Kesempurnaan itu hanyalah milik Allah SWT semata…

*****

Selamat berlibur di hari yg penuh cahaya ini, saudara-riku tercinta…

🙂 ❤

MEMBERI ITU INDAH

Standard

Seorang guru yg bijak tengah berjalan2  santai bersama salah seorang di antara murid2 nya di sebuah taman.

Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya ‎melihat sepasang sepatu yg sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yg bekerja di sana, yg sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

‎Sang murid melihat kepada gurunya sambil berujar:

“Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dg menyembunyikan sepatunya, kmdn kita bersembunyi dibelakang pepohonan? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan. Kita lihat bgmn dia kaget dan cemas!”

Guru yg alim dan bijak itu menjawab:

“Muridku, tidak pantas kita menghibur diri dg mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yg kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan utk dirinya. Sekarang  coba kamu memasukkan bbrp  lembar uang kertas ke dlm sepatunya, kmdn saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.

Sang murid sangat takjub dg usulan gurunya. Dia langsung berjalan dan memasukkan bbrp lembar uang ke dlm  sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi ‎di balik semak2 bersama gurunya sambil mengintip apa yg akan terjadi dg tukang kebun.

Tak brp lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas2 kan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya yg ia tinggalkan sblm bekerja.‎

‎Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yg mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan ternyata…….uang..!

Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!‎

Dia memandangi uang itu berulang2, seolah ia tidak percaya dg penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dlm sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dg suara tinggi. Ia bicara kepada Allah :

“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yg maha pengasih dan penyayang. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak2 ku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak2 ku dan istriku dari penderitaan…”‎

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah. ‎

Sang murid sangat terharu dg pemandangan yg ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.

Ketika itu guru yg bijak tsb memasukkan pelajaran kepada muridnya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yg lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dg menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab:

“Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yg dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:

“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.

Sang guru melanjutkan pelajarannya.

Dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam2 :

  • Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam, adalah suatu pemberian.
  • Mendo’akan temanmu dibelakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.
  • Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.
  • Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.‎‎

Ini semua adalah pemberian. Supaya kesempatan memberi tidak hanya dimonopoli oleh orang2 kaya saja.

*******‎

Saudara-riku tercinta…

Marilah kita saling memberi, niscaya hidup ini menjadi indah… 🙂 ❤

SECANGKIR KOPI

Standard
Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu.
Melihat para alumni tersebut ramai2  membicarakan kesuksesan mereka, guru tsb segera ke dapur kmdn mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda2. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.
Sang guru menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi.
Setelah masing2 alumni mengisi cangkirnya dg kopi, guru berkata,
“Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik.
Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya.
Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎
Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun prosesi ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki.”
Saudara-riku tercinta…
jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting.
Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah.
Itu konsep yg sangat keliru.
Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh “Apa yg ada di dalam” bukan “Apa yg kelihatan dari luar”.
Apa gunanya  memiliki segalanya, namun tidak pernah merasakan kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?
Itu sangat menyedihkan, karena itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal.
Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya.
Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan… saudara-riku tercinta…
🙂 ❤

IN MEMORIAM: CHRISYE‎

Standard
Suatu saat, Chrisye meminta Taufiq Ismail  menuliskan syair religi untuk satu lagunya. Dan disanggupi sebulan.
Ternyata, minggu pertama macet, tidak ada ide. Minggu kedua macet, ketiga macet hingga menjelang hari terakhir masih juga tidak ada ide.
Taufiq gelisah kmdn menelpon Chrisye dan menyatakan: “Chris maaf, macet..!”‎
Malam harinya, Taufiq mengaji Al-Qur’an. Ketika sampai ayat 65 surat Yaasiin dia berhenti.
“Makna ayat ini tentang Hari Pengadilan Akhir,  luar biasa”, kata Taufiq.
Dan segera dia pindahkan pesan ayat tsb  ke dalam lirik-lirik lagu.
Ketika draft lagu itu sudah di tangan Chrisye, terjadi hal yg tidak biasa. Saat  berlatih di kamar, baru dua baris Chrisye menangis, mencoba lagi, menangis lagi. Dan begitu berkali-kali.
Menurut Chrisye, lirik lagu ini adalah satu-satunya lirik paling dahsyat sepanjang karirnya.
Ada kekuatan misterius yg mencekam dan menggetarkan. Setiap menyanyi dua baris, air mata sudah membanjir.
Yanti, istri Chrisye, sampai syok melihat hal tidak biasa tsb.‎
Lirik lagu tersebut begitu merasuk kalbu dan menghadapkan kenyataan betapa manusia tidak berdaya ketika hari Akhir tiba.
Sepanjang malam dia gelisah, lalu ditelponlah Taufiq dan diceritakan kegelisahannya.
Taufiq mengatakan bahwa lirik lagu tsb  diilhami surat Yaasiin: 65. Disarankan kepada Chrisye, agar menenangkan diri dulu dg shalat.‎
Di studio rekaman hal itu terjadi lagi. Chrisye mencoba, tetapi baru dua baris sudah menangis. Dan berulang kali hasilnya sama.
Erwin Gutawa, yg mengaransemen lagu itu, sampai senewen. Yanti lalu shalat sunnah khusus utk mendoakan suaminya.
Akhirnya dg susah payah, Chrisye berhasil menyanyikannya hingga selesai.
Rekaman itu sekali jadi, tidak diulang karena Chrisye tak sanggup menyanyikannya lagi.
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami (sel-sel) tangan mereka dan memberi kesaksian pula (sel-sel) kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan” [QS. Yaasiin(36): 65]
KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA
Lirik: Taufiq Ismail
Lagu: Chrisye
Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu  kita  bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya… sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu… yang hina‎…
***Terima kasih banyak mas Taufiq dan mas Chrisye, atas lagumu yg menghentak kesadaranku…)‎
🙂 ❤

MANAJEMEN BICARA‎

Standard
7 ADAB PERCAKAPAN MUSLIM‎
Saudara-riku tercinta…
Allah dan Rasul-Nya telah mengajari kita akhlak berbicara dg sesama yg perlu kita teladani.‎
1. Hendaknya pembicaraan selalu di dlm kebaikan.
Allah swt berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan ( kasak kusuk) mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang mengajak (manusia) bersedekah, atau berbuat kebajikan (ma’ruf) atau mengusahakan perdamaian di antara manusia”.
(QS. An Nisa : 114)
2. Jangan berbicara sesuatu yang tidak berguna.
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Termasuk kebaikan Islamnya seorang hamba adalah meninggalkan pembicaraan atau perbuatan yang tidak berguna”.
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Menghindari perkataan atau pembicaraan negatif. ‎
Rasulullah- shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Seorang mukmin itu tidak suka mencela atau mengutuk (menyumpahi) atau keji pembicaraannya”.
(HR. al-Bukhori di dalam al-Adab al-Mufrad)
4. Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba.
Allah swt berfirman:
“Wahai orang2 yg beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (keciurigaan), karena sebagian prasangka (yg negatif) itu DOSA. Dan janganlah mencari2 kejelekan atau kekurangan satu sama lain. Apakah kamu suka memakan daging saudaranya yg sudah mati? Tentu kamu merasa jijik, bukan? Takutlah kepada (adzab) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
(QS. Al-Hujurat : 12)‎
5. Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya.
6. Menghindari perkataan kasar, keras dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.
Allah swt berfirman:
“Wahai orang2 yg beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berbicara dg suara yg keras, sebagaimana kerasnya suara kamu thdp sebagian yg lain, supaya tidak hapus pahala amal2mu, sedang kamu tidak menyadarinya.”
(QS. Al-Hujurat: 2)
7. Menghindari sikap mengejek, memperolok-olok orang yang berbicara.
 ‎
Allah swt berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok)”.
(QS. Al-Hujurat : 11)
******
Saudara-riku tercinta…
Mari kita teladani akhlak Nabi dlm berbicara, karena tidak ada manusia yg lebih mulia dan sempurna dari Rasulullah saw…  🙂 ❤