MANAJEMEN BICARA‎

Standard
7 ADAB PERCAKAPAN MUSLIM‎
Saudara-riku tercinta…
Allah dan Rasul-Nya telah mengajari kita akhlak berbicara dg sesama yg perlu kita teladani.‎
1. Hendaknya pembicaraan selalu di dlm kebaikan.
Allah swt berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan ( kasak kusuk) mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang mengajak (manusia) bersedekah, atau berbuat kebajikan (ma’ruf) atau mengusahakan perdamaian di antara manusia”.
(QS. An Nisa : 114)
2. Jangan berbicara sesuatu yang tidak berguna.
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Termasuk kebaikan Islamnya seorang hamba adalah meninggalkan pembicaraan atau perbuatan yang tidak berguna”.
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
3. Menghindari perkataan atau pembicaraan negatif. ‎
Rasulullah- shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
“Seorang mukmin itu tidak suka mencela atau mengutuk (menyumpahi) atau keji pembicaraannya”.
(HR. al-Bukhori di dalam al-Adab al-Mufrad)
4. Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba.
Allah swt berfirman:
“Wahai orang2 yg beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (keciurigaan), karena sebagian prasangka (yg negatif) itu DOSA. Dan janganlah mencari2 kejelekan atau kekurangan satu sama lain. Apakah kamu suka memakan daging saudaranya yg sudah mati? Tentu kamu merasa jijik, bukan? Takutlah kepada (adzab) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.
(QS. Al-Hujurat : 12)‎
5. Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya.
6. Menghindari perkataan kasar, keras dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.
Allah swt berfirman:
“Wahai orang2 yg beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berbicara dg suara yg keras, sebagaimana kerasnya suara kamu thdp sebagian yg lain, supaya tidak hapus pahala amal2mu, sedang kamu tidak menyadarinya.”
(QS. Al-Hujurat: 2)
7. Menghindari sikap mengejek, memperolok-olok orang yang berbicara.
 ‎
Allah swt berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan), dan jangan pula wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok)”.
(QS. Al-Hujurat : 11)
******
Saudara-riku tercinta…
Mari kita teladani akhlak Nabi dlm berbicara, karena tidak ada manusia yg lebih mulia dan sempurna dari Rasulullah saw…  🙂 ❤
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s