KISAH NYATA TENTANG KEAJAIBAN UKHUWWAH

Standard

 

Syaikh Abbas Batawi -rahimahullah- adalah seorang petugas penyelenggara jenazah terkenal di KSA. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengurusi jenazah kaum muslimin di kota Jeddah.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan stasiun TV Al-Wathan beliau mengisahkan:

“Suatu hari, seperti biasa aku menyiapkan daftar wafat harian. Tiba-tiba rekan kerjaku memanggilku, “Wahai syaikh, kita kedatangan jenazah”.

“Baiklah, masukkan keruang pemandian. Aku akan ganti baju terlebih dahulu, setelah itu akan menyusul kalian.”

Begitu aku masuk keruang pemandian, Aku mendapati seorang pemuda yang meminta agar semua orang keluar dari tempat pemandian, tak terkecuali orang tua dan saudara si mayit.

Kalau saja aku tidak memakai baju kerja pasti dia juga sudah mengusirku.

Aku katakan padanya, “Baiklah, aku butuh satu atau dua orang untuk membantuku memandikan jasad ini”. Dengan cepat pemuda itu menjawab, “Biarkan aku sendiri yang akan membantumu”

Ketika aku mulai membuka wajah si mayit dan menanggalkan pakainnya satu-persatu, tiba-tiba pemuda itu menangis histeris. Aku lantas menegurnya. Aku katakan,

“Bila engkau tidak sanggup menahan tangis, maka tunggulah di luar, biar orang lain yang membantuku.”

“Tidak wahai syaikh.. Biarkan aku sendiri” jawabnya.

Saat aku menanggalkan pakaian terakhirnya dan mulai menekan perut si mayit untuk mengeluarkan sisa air atau kotoran, tiba-tiba ia menangis sejadi-jadinya.

“Sudah… Kamu keluar saja.” Kataku.

Pemuda itu menimpali, “Tidak.. Biarkan aku sendiri”

Baiklah.. Kalau kau terus begini maka si mayit akan tersiksa dengan tangisanmu.

Selang berapa lama, rasa penasaran membuatku bertanya: Apakah engkau kerabatnya.?

Pemuda itu menjawab, “Aku adalah saudaranya, bapaknya sekaligus ibunya”.

Aku bertanya lagi, kalau begitu kamu bukan saudaranya..?

Kamu mengusir semua orang padahal kamu bukan siapa-siapanya..?

Pemuda itu menjawab, “Aku lebih dari saudara, ibu dan bapaknya”.

Aku semakin merasa aneh. Baiklah aku akan memandikan terlebih dahulu.

Setelah proses memandikan selesai, pemuda itu motong kapas dan mengambilkan untukku segala keperluan pengafanan. Aku sempatkan bertanya padanya mengapa ia bisa menangis sekeras itu padahal ia bukan siapa-siapa si mayit.”

Pemuda itu menjawab, “Wahai syaikh… Apakah engkau pernah mendengar kisah persaudaraan seperti ini..?

“Sejak dulu kita belajar di bangku SD bersama, kemudian di jenjang SMP dan SMA juga bersama-sama. Kita lulus dari perkuliahan yang sama . Bahkan bekerja ditempat yang sama dan qadarullah kita menikahi dua wanita yang bersaudara.

Masing-masing kita dikaruniai putra dan putri. Kitapun tinggal di apartemen yang saling berhadapan.

Setiap ke masjid kita selalu bersama. Kemana-mana selalu bersama.

Demi Allah… Aku bertanya padamu, apakah disepanjang usiamu, engkau pernah tau ada persaudaraan seperti ini.? “Tidak.. Aku hanya bertemu saudaraku pada moment-moment tertentu saja.” jawabku.

Ya sudah, sekarang semuanya selesai. Masuklah ke dalam masjid dan perbanyaklah berdoa untuk saudaramu.

Di KSA pemakaman dibagi dalam beberapa deretan yang kami sebut Syarsurah.. Dalam satu deretan terdapat kurang lebih 30 makam yang siap digunakan. Semuanya bernomor. Setelah jenazahanya disholatkan, kami memakamkannya Syarsyurah no.7, makam nomor 10.

Keesokan harinya, saat aku mempersiapkan daftar wafat harian. Aku kedatangan jenazah lagi. Aku langsung masuk ke tempat pemandian, saat itu ayah si mayat turut hadir.

Ketika kubuka wajahnya, akupun berguman, “Sepertinya aku mengenal wajah ini. Aku katakan pada ayahnya, ” Sepertinya pemuda ini tidak asing bagiku.”

Tiba-tiba sang ayah menangis. “Wahai Syaikh.. Orang inilah yang kemarin membantumu mengurusi jenazah sahabatnya. Dia yang membantu mengguntingkan kapas dan kafan.

Sontak aku terdiam.

Kemarin dia membantuku mengurusi jenazah sahabatnya, dan kini aku sedang memandikannya.

Selama memandikannya air mataku terus mengalir membasahi jasadnya.

Aku terpikirkan betapa kematian datang tak mengenal waktu.

Aku bertanya pada ayahnya. Bagaimana ia meninggal..? Bagaimana kisahnya..?

Wahai Syaikh..

Sekembalinya dari pemakaman, tepatnya selepas menunaikan sholat dzuhur ia meminta kepada istrinya, untuk tidak membangunkannya makan siang. Ia minta diingtakatkan agar Selepas ashar mempersiapkan segala keperluan takziah untuk sahabatnya. Beberapa jam kemudian, istrinya mendapatinya sedang terbaring bertumpu pada lengan kanannya dalam keadaan tak bernafas. Ia meninggal karena kesedihan yang mendalam atas kepergian sahabatnya.

Setelah jenazahanya diselenggarakan, iapun dimakamkan di Syarayurah no. 7 di makam nomer 11 tepat di samping sahabatnya. Hanya dinding yang memisahkan meraka.

Masyaallah…

Mereka hidup bersama dan matipun bersama, semoga mereka dikumpulkan bersama di dalam surga.”

(Diterjemahkan dengan sedikit penyelarasan bahasa)

Catatan:

Dalam sebuah hadits, Jibril pernah berwasiat kepada Rasulullah, “Cintailah siapa yang engkau cintai, namun pasti engkau akan berpisah dengannya”.

Mungkin saja dua pemuda dalam diatas pernah berdo’a agar tidak dipisahkan di dunia dan akhirat. Sehingga perpisahan mereka di dunia tak kurang dari beberapa jam saja. Mahabbah fillah (cinta karena Allah) telah menyatukan mereka di dunia. Semoga kelak mereka akan disatukan di akhirat.

Kitapun berharap semoga kita dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita karena Allah.

“Engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. Begitulah sabda Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-

Dalam munajatnya, nabi Daud -alaihissalam- pernah berdo’a:

Ya Allah…

Sesungguhnya aku memohon cinta-Mu

Dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu

Akupin memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah…

Jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air yang dingin.” (HR Tirmidzi 3412)

Munajat yang sama terpanjatkan pada-Mu ya Rabb. Amiin..

______________

Madinah 24-01-1437 H

ACT El-Gharantaly

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s