‎‎SOMBONG

Standard
Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri, ulama besar Salafush-shalih, melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan
dengan seorang perempuan.
Di sisi mereka terletak sebotol minuman arak.
Dengan tatapan cuiriga, Hasan al-Basri berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan betapa  baiknya kalau dia seperti aku!”
Tiba-tiba mereka mendengar teriakan minta tolong dari penumpang sebuah perahu di tengah sungai yang nyaris karam.
Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera  terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir mati lemas karena tenggelam.
Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.
Kemudian lelaki itu berteriak ke arah Hasan al-Basri, “Jika Anda memang berhati lebih mulia ‎daripada saya, maka demi Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Anda saya minta untuk menyelamatkan satu orang saja, yang enam orang sudaha saya selamatkan…”
Ternyata Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu.
Setelah menaikkan semua korban ke bibir sungai, lelaki itu berkata padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak.”
Hasan al-Basri tertegun lalu berkata dengan pandangan penuh penyesalan, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah aku dr tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan.”
Lelaki itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”
Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin rendah hati dan selalu merendahkan diri, bahkan ia menganggap dirinya sebagai pribadi yang tidak punya nilai lebih dibanding orang lain.
*****
Saudara-riku tercinta…
Jika Allah membukakan pintu shalat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara kita yang sedang tertidur pulas.
Jika Allah membukakan pintu puasa sunnah, janganlah lantas kita memandang rendah saudara kita yang tidak ikut berpuasa sunnah.
Bisa jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunnah itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita.
Ilmu dan pengetahuan  Allah amat sangat  luas…
Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu…
‎=)  ❤
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s