UntukMu

Standard

Masih saja kurengkuh sepercik harapan pada nyalanya yang terakhir,
tepat disaat senja beranjak turun.

Pada setiap langkah, timbul rasa ingin menyendu
embun pagi yang hendak luruh,
dan mengharap agar suatu saat,
Kau biarkan aku menjejak surgaMu yang teduh

Kehendakku, agar waktu terhenti
saat aku harus menghadap kepada Sang Pemilik Waktu.
Demi cintaMu yang tulus tak berpamrih.

Izinkan aku untuk membiarkan rasa ini meringkusku, dalam tunduk patuh.

Dan sejenak ketika rona jingga berubah kelam,
aku tak hendak berhenti berusaha mencintaiMu dalam diam

Karena di penghujung senja,
akan kupersembahkan bait-bait doa.
Atas pengampunan yang telah turun,
terimakasih.

TanpaMu, rima-rima yang tertoreh dalam secarik kertas tak berguna ini menjadi tak bermakna.

TanpaMu, mungkin saja aku takkan pernah bersyukur atas kehidupan yang membuatku terlena

UntukMu, Wahai Sang Maha Cinta, izinkan aku mengucap terimakasih atas hembusan nafas yang masih ada.

Disepertiga penghujung malam ini,
biarkanlah aku dalam rasa syahdu,
bersujud atas namaMu,
hingga aku harus memenuhi janji yang dulu…

******

Selamat berakhir pekan, saudara-riku tercinta….
Semoga Allah swt selalu membimbing dan memberkahi langkah2 kita…

By. Ustadz. Syamsul Balda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s