HATI-HATI DENGAN FITNAH

Standard

Seseorang menceritakan sbh berita negatif mengenai tetangganya. Dalam beberapa hari saja, seluruh lingkungan mendengar berita tsb. Tetangganya itu tentu saja sakit hati.
Beberapa hari kemudian, orang yg menyebarluaskan berita tsb menyadari bahwa ternyata berita itu tak benar bahkan Fitnah.

Dia menyesal, lalu datang kpd seorang yg bijak utk meminta nasihat apa yg harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.

“Pergilah ke pasar” kata orang bijak itu, “belilah kemoceng, kemudian dlm perjalanan pulang, cabuti bulu ayam di kemoceng & buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang.”,

Meski kaget mendengar saran itu, si penyebar fitnah tetap melakukan apa yg diperintahkan kepadanya.

Keesokan harinya orang tsb melaporkan apa yg sudah dilakukannya. Orang bijak itu berkata lagi, “Sekarang pergilah & kumpulkan kembali semua bulu ayam yg kau buang kemarin & bawa kepadaku.”

Orang itu pun menyusuri jalan yg sama, tapi angin telah menebarkan dan menerbangkan bulu-bulu itu ke segala arah.
Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dgn tiga potong bulu…

“Lihat kan?” kata orang bijak itu, “sangat mudah melemparkannya,  namun tak mungkin mengumpulkannya  kembali.
Begitu pula dgn fitnah.
Mudah sekali menyebarluaskan fitnah, namun sekali fitnah terlempar, 7 ekor kudapun tak dapat menariknya kembali…”

Allah swt berfirman;
“(Dosa) memfitnah itu lebih besar daripada pembunuhan.”

*****
Saudara-riku tercinta… Marilah kita memohon kpd Allah swt agar Dia menghindarkan diri kita dari memfitnah dan difitnah…
🙂  ❤

BY. Ustd. Syamsul Balda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s