Antara Marah dan Maaf

Standard

Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang memiki sifat pemarah..
Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberika sekantong paku, dan mengatakan pada anak untuk memakukan 1 paku dipagar belakang setiap kali dia marah.

Hari pertama , anak itu telah memakukan 20 paku ke pagar setiap kali dia marah . Lalu secara bertahap, jumlah paku dalam kantong itu berkurang.
Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar…

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sudah bisa mengendalikan segala amarahnya.
Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar ia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah…

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahukan kepada ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya.

Lalu, sang ayah menuntun anaknya ke pagar .”Hmmm,kamu telah berhasil nak… Dengarlah baik-baik anakku, kamu lihatlah lubang-lubang di pagar ini…Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti dahulu kan..?”
“Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-kata kamu meninggalkan bekas seperti lubang ini, dihati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang , lalu mencabut pisau itu, setelah itu, walaupun beberapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada . Dan luka karena lidah atau kata-kata kerap kali lebih menyakitkan daripada luka fisik.
Oleh karena itu, ber-hati hatilah dalam berbicara.. ”

*****
Saudara-riku tercinta…mengapa harus marah? maafkanlah…ikhlaskanlah…maka kamu akan merasakan ketenangan, ketentraman, dan kedamaian luar biasa dalam dirimu…

By. Ustadz. Syamsul Balda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s